Dalam rangka mempertegas komitmen terhadap pelestarian lingkungan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan Gerakan Hijau Tanam Pohon di kawasan Kampus II pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema “Spirit Ekoteologi: Hijaukan Kampus, Kokohkan Rahmatan lil ‘Alamin” sebagai bentuk refleksi peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala SPI, hingga perwakilan Ikatan Alumni serta para Kepala Bagian dan Ketua Tim di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Rektor Rosihon Anwar menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mewujudkan kampus berkelanjutan sekaligus mendukung program ekoteologi yang digagas Kementerian Agama.
Ia juga menjelaskan bahwa ajaran Islam memberikan perhatian besar terhadap upaya pelestarian alam, termasuk melalui aktivitas menanam pohon yang memiliki nilai kebaikan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan berbagai hadis Nabi yang menegaskan bahwa setiap pohon yang ditanam dan memberi manfaat akan bernilai sedekah bagi penanamnya.

Rektor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, khususnya dalam upaya penghijauan Kampus II yang memiliki potensi lahan luas. Ia mendorong seluruh Guru Besar untuk turut serta menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan, termasuk dengan sistem penamaan dan penggantian pohon jika diperlukan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsep ekoteologi sebagai pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual insan akademik.
“Penanaman pohon ini menjadi wujud nyata kontribusi kita dalam menjaga keseimbangan alam. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan dalam praktik keberlanjutan. Dengan jumlah mahasiswa baru yang terus meningkat setiap tahun, kita dorong penanaman pohon produktif seperti durian dan matoa, dengan target kampus semakin hijau dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-58 UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui momentum tersebut, kampus diharapkan dapat berperan aktif sebagai pelopor dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan, seperti perubahan iklim, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya alam.

Rektor turut mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan gerakan ini sebagai budaya bersama. Ia menekankan pentingnya merawat pohon sebagaimana merawat ilmu dan nilai-nilai kebaikan, sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang lebih lestari.
Sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilakukan penyerahan bibit pohon dari perwakilan Guru Besar dan Ikatan Alumni kepada Rektor, yang mencerminkan sinergi antara sivitas akademika dan alumni dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual, sebelum seluruh peserta menuju lokasi penanaman untuk melaksanakan aksi penghijauan secara langsung.
Melalui gerakan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan perannya sebagai pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi, dengan mengintegrasikan ajaran keislaman dan kepedulian lingkungan dalam tindakan nyata. Diharapkan, langkah ini menjadi kontribusi berkelanjutan dalam mewujudkan kampus yang hijau, asri, dan ramah lingkungan.

