cpns uin sunan gunung djati bandung tanam bibit pohon sebagai wujud penguatan ekoteologi

CPNS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tanam Bibit Pohon sebagai Wujud Penguatan Ekoteologi

Sebagai bagian dari rangkaian pembinaan kepegawaian dan penguatan komitmen terhadap lingkungan hidup, para calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD) diberikan penguatan ekoteologi melalui kegiatan penanaman bibit pohon di lingkungan kerja kampus II. Kegiatan ini mengusung tema “Menanam untuk Kehidupan, Mengabdi untuk Alam”, dan menjadi salah satu wujud nyata integrasi nilai-nilai keagamaan, ekologis, dan profesionalisme di institusi pendidikan tinggi Islam ini.

Kampus II UIN SGD yang terletak di kawasan Bandung menjadi lokasi aksi penanaman bibit, di mana seluruh peserta CPNS mendapat kesempatan menanam dan merawat satu atau lebih bibit pohon sebagai simbol tanggung jawab terhadap lingkungan kampus dan komunitas yang lebih luas. Penanaman ini tidak hanya bermakna sebagai gerakan fisik, tetapi juga sebagai refleksi ekoteologi—yakni pemahaman bahwa manusia sebagai khalifah di bumi memiliki tanggung jawab moral spiritual untuk merawat ciptaan.

Salah satu peserta yang melakukan aksi tersebut adalah Imam Firdaus, yang menjabat sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN SGD. Imam memilih untuk menanam di area yang strategis di kampus II, sekaligus menyatakan komitmennya bahwa “menanam satu bibit hari ini untuk generasi yang akan datang, dan menjadi pengingat bahwa teknologi dan lingkungan harus berjalan seiring”.

Dalam sambutannya, Kepala PTIPD UIN SGD mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan internal yang mengedepankan kepedulian lingkungan dan nilai-nilai keagamaan. “Kami berharap para CPNS tidak hanya mengembangkan kompetensi teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etos lingkungan dan keberlanjutan. Dengan menanam bibit pohon, mereka diingatkan bahwa setiap tindakan kecil memiliki dampak besar bagi alam dan kehidupan bersama,” ujarnya.

Rektor UIN SGD turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau menekankan bahwa universitas sebagai lembaga pendidikan keagamaan memiliki tanggung jawab ganda: memberikan ilmu dan membimbing karakter yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. Penanaman bibit pohon di kampus II ini sekaligus membuktikan bahwa pendidikan tinggi Islam mampu menjadi pelopor gaya hidup hijau dan berkelanjutan.

Kegiatan penanaman bibit pohon juga dipadukan dengan bimbingan refleksi singkat tentang konsep ekoteologi — antara lain hubungan manusia-alam dalam perspektif Islam, pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, serta komitmen pribadi menjadi agen perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat. CPNS mendapatkan materi yang menggugah kesadaran bahwa profesionalisme bukan hanya soal hasil kerja, tetapi juga soal bagaimana kita menjalankan tugas dengan prinsip keadaban dan keberlanjutan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UIN SGD kampus II menciptakan suasana kerja yang lebih hijau dan inspiratif. Bibit-bibit yang ditanam akan dipantau perkembangannya secara berkala, dan direncanakan untuk menjadi bagian dari penghijauan kampus jangka panjang. Ke depan, universitas ini berharap program serupa dapat diperluas ke seluruh fakultas dan unit kerja, serta mendorong partisipasi sivitas akademika lainnya — mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Melalui langkah kecil namun bermakna ini, UIN SGD Bandung menegaskan bahwa pengembangan SDM Aparatur Sipil Negara tak hanya berkutat pada aspek administratif atau teknis, tetapi juga pada transformasi nilai yang berpihak pada alam, masyarakat, dan umat. Imam Firdaus dan rekan-rekan CPNS lainnya telah menunjukkan bahwa menanam bibit pohon bukan sekadar simbol, melainkan komitmen nyata untuk mengabdi dalam harmoni dengan ciptaan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *